Monday, November 22, 2010

test case


‘Friends will be friends forever, though sometimes they’re pain in the ass….’ (Lenggo, 2010)

Siapa sih yang merasa tidak bersyukur mempunyai teman?

Teman yang selalu ada kalo kita butuh curhat masalah cowok jam 2 pagi…
Teman yang selalu ada kalo kita butuh ambulan ke rumah sakit dengan segala jaminan…
Teman yang langsung berkaca-kaca dan terharu saat kita minta untuk jadi bestman atau bridesmaid.

Itu list singkat dari sejuta hal yang bisa saya tulis sebagai bentuk rasa syukur memiliki Lenggo, Reza, Chris, dan Yo, - satu perempuan tulen dan tiga wanita bitchy-slutty-classy yang terperangkap dalam tubuh pria keren.

Are they kind-hearted?
... yes!
Are they fun?
... totally!
Are they pain in the ass?
.... Absolutely!
Asli, ngeselin abisssss…!
sok tau! - suka ikut campur! - over protective! - beyotch! - sirik ga jelas! – adalah characters yang muncul dari para pria cantik, saat Lenggo cerita mulai serius deket sama seseorang…

“Lo yakin dia baik…? Lo tau kan dari 10 single high quality man di Jakarta, 5 orang penjahat kelamin, dan 7 orang diantaranya: cong…” Sambil ngeliatin foto sang calon, Chris mulai ngomporin dengan mengungkapkan fakta hasil riset asal-asalan…

“Udah lo liat daftar Asset nya…?” Reza nyahut dengan tajem nya…
“lo tuh berkualitas, Go…, jangan mau hidup susah sama benalu…”

“cakep sih…, badannya juga bagus” Yo, mulai merasa tersaingi….
“tau dari mana lo kalo dia ngga tertarik sama kita-kita…?”


Kerlingan nakal Yo bikin Lenggo langsung mendelik…

”guys, udah deh…, please stop! I’m sure that he’s the one…”
Sebenarnya Lenggo udah cukup muak (dan sedikit takut) dengan test case yang pasti bakal dilakukan temen-temennya…

Masih terekam di ingatan Lenggo saat Chris sengaja ngajak Albert - cowo ganteng ambon manise, calon pacar Lenggo- untuk di test ke apartemennya. Chris menerapkan jurus nenek moyang: menarik hati pria melalui perut.
Chris mempersiapkan masakan yang bener-bener menggelitik indra perasa. Mulai dari salad sea food mayo specialnya, dilanjutkan dengan salmon steak dressing caviar nya yang bener-bener yummy, trus ditutup dengan chocolate mousse yang bikin netes air liur.
Dengan white wine di tangan, Albert duduk kekenyangan di sofa… nyaman sekali menikmati aroma therapy dan suasana temaram lilin yang sengaja di design Chris untuk test malam itu…
Ngobrol ngalor ngidul…, dan, voila…, Albert tak kuasa menolak saat Chris melakukan pijatan di bahu Albert yang tegang…
...dan kalian tahu lah apa yang terjadi berikutnya….

Di kali lain, Reza malah lebih ekstrim lagi saat nge-test Ricky, calon pacar Lenggo yang lain…
Reza minta tolong Ricky untuk nganterin ke Bandara, dengan alasan Reza dan teman kantornya harus meeting dengan klien di Bali.
Sampe cengkareng, tiba-tiba Reza bilang bahwa colleague nya tidak jadi ikut ke Bali. Reza memohon Ricky untuk ikut ke Bali dengan alasan bantu-bantu Reza kerja di sana, dan sayang juga ada tiket nganggur di tangan.
Ricky, cowok asli cina klaten yang bener-bener baik dan polos, hanya mengangguk pasrah tanpa memikirkan minimnya persiapan berangkat ke Bali.
Sampe Bali, belanja-belanji baju di Kuta Square, dinner di resto cozy dg temaram obor, Ricky hanya bisa bengong menyadari bahwa ternyata mereka satu kamar di hotel mewah. Bukan hal yang aneh tiba-tiba Reza dan Ricky sudah berada dalam satu jacuzzi…
...dan you know lah apa yang terjadi selanjutnya....

Trick Yo lain lagi… Cukup simple namun to the point.
Saat Lenggo meninggalkan Bagas di rumahnya, Yo tiba-tiba datang, dan dengan santainya langsung pengen mandi di situ… (ketauan banget kan isengnya?).
Dengan hanya terbalut boxer, Yo cuek mondar mandir di depan Bagas yang salah tingkah sambil sesekali melirik Yo mempertontonkan otot kering dan lean body-nya. Beautiful body and face.
...and you all know the rest of the story....

Beda dengan Chris, Reza, dan Yo…, gw sendiri mungkin terlalu naïf.
I don’t really care whether he’s straight or gay. Lagian gw selalu beranggapan bahwa di dalam diri setiap pria, selalu ada sekian persen sisi feminim. Tinggal bagaimana sisi itu akan terungkap.
Moreover, siapa siiihhh yang akan bisa tetap lurus setelah apa yang di perbuat the three straight bender itu? Hihihi...

Namun gw hanya concern satu hal terhadap calon Lenggo. Semoga dia bukan homophobia. That’s all. Dan gw yakin Lenggo sudah cerita ke Bobby, calon terbaru, tentang kita berempat.
Gw udah berencana untuk langsung memancing reaksi Bobby dengan mencoba berakting rada lebay menunjukkan sisi ke-homo-an. Pengen tau aja apakah dia akan jengah, jijik, mencemooh atau malah menjauh…

“Itu dia datang…”
“Guys… kenalin!” Lenggo memperkenalkan Bobby dengan jumawa.

Tiba-tiba Bobby, dengan mengucap nama kita satu persatu, tanpa canggungnya menjabat tangan Reza, menepuk bahu Yo, memeluk hangat Chris, dan cipikika dengan Alil.

“what the…?” kita semua speechless.

“It’s Bobby…, and believe me, he’s straight as ever…. So, ngga usah buang-buang energy untuk test case…” Lenggo tersenyum bangga meyakinkan.

Hmm.. bukan homopho…! siapa Bobby ini sebenernya…

Saturday, October 30, 2010

compromize to the edge


"diajak ngumpul dong, Lil... biar dia ngerti persahabatan kita" Lenggo terkesan maksa...

"iya nih..." Chris nimpalin... "ga capek ditanyain terus...?"

"Tau ah...."

temen-temen pada sotoy semua...
dikira segampang itu ngajak meine Frau hang out bareng mereka...
emang sih, capek juga ditanyain terus kalo pulang agak telat:
'dari mana aja...?'
kalo dijawab:
'paling jalan sama the four fabs... ma siapa lagi...?'
pasti akan ada pertanyaan lanjutan:
'kok jalan sama mereka terus? ga bosen..? emang ngapain aja sih?'

trus kalo boong, tetep bakal ada pertanyaan lanjutan:
'pergi kemana? ma siapa aja? temen kenalan dari mana..?'
bakal ga ada ujungnya....

dan untuk mulai ngajak meine Frau hang out bareng the gank...?

hohoho... I still dont want to put my married life in jeopardy...
belum bisa rasanya ngejaga Chris untuk ngga ngondek be bitchy an...,
ngejaga Lenggo untuk ngga tiba-tiba latah manggil gw:
'cong, sini deh...!'
ngejaga Yo untuk ngga ngelirik panjang kalo ada cowok keren lewat...,
atau ngejaga Reza untuk ngga pake sepatu orange genjreng dan tas unisex yg tipis banget bedanya apakah itu buat metrosexual guy atau buat ibu-ibu belanja ke pasar...
rasanya ga mungkin banget gw lakukan...

walopun mungkin mereka bakal rela kalo diminta untuk 'ngencengin sekrup',
tapi apa artinya?
That's not the real them
I love them the way they are...

Tapi...
seperti kebanyakan yang dialami oleh other newlyweds,
Me and meine Frau merepresentasikan dua dunia karakter yang sangat berbeda, dan kita sama-sama belum menyelami perbedaan itu...
dia belum tau hobby gw, either belum pernah terlibat dengan kesenangan atau aktifitas yang gw jalani.
Call me parno, or pathetic...!
but as I said before, I still dont want to put things in jeopardy...

Namun, bukan berarti gw ga bisa melakukan sesuatu.

Satu kata yang akrab didengar bagi pasangan (hetero maupun bukan) adalah: kompromi.
Banyak juga yang bilang bahwa kompromi sama dengan berkorban. Well, itu tergantung dari sudut pandang dan pengalaman masing-masing sih..., plus keikhlasan juga.

Seperti saat ini, gw mulai ngajak meine Frau ikutan dance class di daerah senayan sana..
Dia kaget juga waktu diajak, walaupun dia tau kalo gw udah lama ikutan dance class.
Yang lain ga usah kaget deh, kalo Alil ikutan dance class... secara binan, pastinya ga jauh dari dunia seni dan hiburan...
Saat ini gw ngambil kelas salsa, karena guru nya Michael, si bule cute rada hobbit (karena tinggi badannya bukan standar bule, hehehe...), pinter banget ngajarinnya...

Datang kesana, ruangan sudah penuh dengan 12 orang, 7 wanita dan 5 pria.
Kelas salsa dan latin dance lainnya memang mengharuskan latihan berpasangan.
Biasanya sih muridnya oma-oma dan opa-opa, tapi di kelasnya
Michael ini semuanya hampir pasangan muda, couple on 30's gitu deh...
Sudah biasa kalo pria kalah jumlah dalam urusan beginian, sampe-sampe dance class ini ngasih diskon 50% buat murid pria.


Meine Frau sempet gugup,
karena memang ngga suka dan ngga pernah terbiasa dengan dunia tari-tarian.

berkali-kali kalinya keserimpet, atau terlambat ngikutin beat, atau terpaksa meringis karena kakinya keinjek... (bukan keinjek gw lho ya... karena latihannya selalu tukar-tukar pasangan).
Dari situ bisa diliat usaha dan kompomi nya
meine Frau, kalau itu ngga bisa dibilang pengorbanan...

Sebenernya ngga ada hal yang perlu gw takutkan, karena pria yg ikutan kelas ini memang dituntut untuk gagah (tidak kemayu) dan bertindak nge-lead untuk pasangannya.

tapiiiii....
karena Michael sering menunjuk gw untuk jadi contoh gerakan pria, dan dia bertindak sebagai lady untuk memberi contoh gerakan para wanita...,
bisa dibayangkan, hidung gw dan hidung Michael kadang cuma berjarak 5 senti.
terlihat jelas bekas cukuran jambangnya yg berwarna biru, bibir merahnya, mata hazel nya, plus terasa parfum aroma kayu dan rempah merebak dari tubuhnya...

dan kalau udah nyontohin gerakan lady, lenting tubuh Michael lebih sempurna dari perempuan asli... bikin gemessss....
jangan salahkan bunda mengandung kalau di beberapa latihan sebelumnya, pipi gw pernah bersentuhan dengan pipi Michael, beberapa kali dengan (tanpa) sengaja, hidung gw meresapi aroma wangi di lehernya...

itu sebenernya yang ditakuti...
terlalu mahal harga yang harus dibayar kalo sampai kelepasan nyosor dan meluk...

hiyaaaaaaaaa... bener-bener ujian yang berat untuk tidak menikmati Michael, si bule hobbit...

Saturday, April 10, 2010

committed commitment


it is hard to have a commitment...


waktu pertama kali blogwalking sebelum memulai nulis blog, jujur saya mengagumi blog-blog yang konsisten menuangkan tulisan rutinnya...
entah itu blog yang rajin curhat setiap minggu, atau yang setiap hari mengisi blognya dengan tulisan-tulisan yang inspiratif, cerita yang menghibur, dan kadang membuat saya berkaca...
thank you, guys...
you know who you are...

itu jugalah yang membuat saya ingin berkomitmen akan blog ini, dulu.
pengennya sih, minimal ada posting dua kali seminggu...
minimal nulis sekali seminggu...
tapi nyatanya...?

... sama sekali ngga mudah...

liat aja Alil's heart and mind di samping...
bahkan bulan Maret sama sekali tak ada update tulisan...
benar-benar tidak produktif...

jangan tanya kenapa, deh...
seribu satu alasan bisa jadi excuse untuk tidak menulis...,
sejuta excuse untuk menunda menulis...,
procrastinating tak terhingga pun menjadi sebab....
satu poin yang saya ingin tekankan disini adalah
ternyata sulit untuk memegang komitmen...
kita mungkin gampang atau setidaknya berusaha untuk memegang komitmen dengan orang lain...
tapi dengan diri sendiri..?
...suka ngegampangin...
...we take our self for granted...

mulai saat ini..
Insya Allah, Alil bakal kembali rajin menulis...
... sampai nanti tiba saatnya untuk procrastinate lagi... hahaha...

ayo Alil...
produktif lah...!!!

Sunday, February 7, 2010

pick up line


bukan suatu hal yang aneh kalo seorang cong itu punya masalah dengan percaya diri...

karena rata-rata... mind-set para cong masih berkutat dengan: being a gay is already a problem...,
suatu inferior kompleks level atas, terutama buat para binan yang belum berdamai dengan diri sendiri.

ditambah lagi persaingan tingkat tinggi binan ibukota... yang kadang mengukur semuanya dengan penampilan luar dan gaya hidup...
huh... makin sempit aja gerak para binan untuk bisa mendapatkan pasangan..., apalagi yang:
...ngerasa ngga cakep...
...ngerasa terlalu kurus...
...ngerasa terlalu gemuk...
...smooth skin...
...hairy skin...
...terlalu tinggi...
...terlalu pendek...
...too dark...
...too fair...
...tua banget...
...brondong banget...
makin parah lagi kalo mindernya karena ngerasa berasal dari ras tertentu:
...gw chinese...,
....gw jawa...
Hwadaoow...

ngga tau aja kalo semua spesifikasi di atas, sudah ada segment pasar tersendiri...
percaya deh...!
jadi, ngga usah terlalu minder sama keadaan fisik...
cong itu cuma perlu minder kalo ngerasa ngga pinter... hahaha...
gw pribadi selalu ngerasa cong itu special, dan pastinya punya talenta atau pintar dalam suatu hal..., syukur-syukur..., bakat dan kepintarannya berguna buat banyak orang.

so, ga usah malu kalo di cafe, atau di club, atau di mana aja... saat mendeteksi cong lewat gaydar dan mulai ngeliat ketertarikan satu sama lain...:
tegor aja...
toh ga ada ruginya...

coba ya..
berapa kali gw denger ada cerita penyesalan:
...aduh, kenapa juga... ngga gw tegor yg ngeliatin di kereta tadi...?
...atau yg senyumin gw di warung kopi....
...atau yg tubrukan di lift trus senyum-senyum minta maaf...?
akhirnya kesempatan itu ilang gitu aja...
walau kecil kemungkinannya, who knows... he from nowhere itu adalah your soulmate yang selama ini dinantikan..?
hehehe.... keseringan nonton serendipity, gini nih jadinya...

ok..
pede akan penampilan...? udah...!
ngerasa smart...? juga udah...!

trus..., pick-up-line nya gimana...?
hihihi... ini juga kadang jadi masalah...
jangankan bicara tentang gengsi siapa yang harus mulai duluan..., rata-rata cong malah ngga tau harus mulai negor gimana...

kayak sekarang ini...
kita berempat, gw chris yo reza lagi fitnes bareng di pusat kebugaran yang menjual nama dan keindahan para membernya... hehehe...
dari tadi, cowok yg lagi ngangkat dumbel, yang pake celana warna putih super mini (sampe kontras banget dengan bulu-bulu di pahanya) ngeliatin Chris setiap abis itungan set nya...
ngeliatin... trus malu-malu... trus nunduk.... jyaahhh... ketauan banget newbie nya..., ga bakal bisa diarepin negor duluan....

"udah Chris, sosor gih....!" kata Yo

"ah, nyosor gimana...? malu..., tau ngga...!" Chris ngeles...

"jyaaahhh.. sejak kapan punya urat malu..?" Reza nyilet...

"iya, ga biasanya lo gini..." gw ikutan heran

"stock pick-up-line gw udah abis..."
bwahahahhaa
"masa gw harus negor basi: 'jam berapa ya...?'
padahal udah tau, tuh ada jam gede banget di dinding...
'tinggal dimana..? kerja apa..?'
aaaahhh.. basa basi busuk beneeuurr...
ngga mungkin kan...., kalo gw harus ngomong gini...:
'ehm... maaf... punya obeng ngga...? oh ngga ya..? kalo nomer telpon punya dong..?' jyaaaaaaaaaaahhhh... garing abis..."


hihihihi...


"beneran nih...? ntar gw yang maju, jangan nyesel ya...." Yo nantangin...

"eh, jangan... sayang euy... cakep soalnya....hehehe"
akhirnya Chris beranjak mendekati cowok itu dan pura-pura milih-milih dumbel...
trus duduk di samping cowok itu sambil senyum:

"rutin, mas...?"

gyahahhahaaa... kita bertiga lari menghindar...
Chris
bisaaaaaaaaaa aja...

Tuesday, February 2, 2010

lunch time


dengan agak bergegas, gw jalan di tangga eskalator ini menuju food court lantai empat.


"siapa aja sih yang dateng...?"
Reza nanya sambil jalan males-malesan...

"udah..., ikut aja...!" ujar gw sambil menggamit tangan Reza...

"emang ada acara apaan?" Chris mulai penasaran...

"ntar gw ceritain pas nyampe sono...."
jawaban gw malah bikin kesel...

"ih, gaya lo kayak ngajak pertemuan MLM, deh jeng..."

hahahhaa... masa sih..?

udah pukul dua belas seperempat, dan gw mengajak tiga manusia ini untuk lebih bergegas...
ga enak kalo datang telat, udah diundang khusus gini...

"kenapa harus di foodcourt sih? mo makan apaan?" Reza mulai betingkah...

"udah deh, Za..., ga usah belagu...!" sahut gw jutek...

"sebenernya mas Yudi yang ngundang gw untuk ngajak kalian buat maksi bareng sekarang ini. Kalian tau kan Mas Yudi, GM Hotel yang gw ceritain dulu..?
nah, dia tuh punya gank makan siang yang isinya para binan yang kantornya seputar sudirman thamrin... gw ga tau deh dia pada kenal darimana...
kenapa di food court? ya biar gampang aja... take what you want, and pay what you take..., jadi ga repot separate bill segala macem..."

nyampe di lokasi ternyata mas Yudi udah nunggu bareng 8 orang cowok lain...
cong semua...?
hmm.. kayaknya sih iya... keliatan dari 'kerapian' dan 'mengkilat' nya cowok-cowok cantik ini.. hahaha...
ngga semuanya cakep sih, tapi yang jelas dari penampilan mereka, jadi keliatan lebih menarik....

"halo alil..., pa kabar" mas Yudi menyambut dengan cipikika...

yang lain ngeliatin senyum-senyum malu... keliatan kalo mereka-mereka ini juga ga biasa dengan adegan cipikika di public place..


"baik, mas..? oh ya, kenalin.... ini temen-temenku... Chris, Yo dan Reza..."
tiga kurcaci ini cuma say hi sambil melambaikan tangan ke semua...
semua tersenyum sambil bilang 'hallo' or 'hai'...

...kaku...

...diem...

...awkward...

"ayo... mau duduk dulu atau pesen dulu..? gimana enaknya...?" Mas Yudi mencoba mencairkan suasana...

namun makan siang kita akhirnya seru dengan obrolan segala macem... dari masalah film horor yang makin aneh, golden globe, grammy, glee, sampe masalah dagelan pansus bank century...
isi obrolan cong yang sama sekali ngga penting..., tapi seru karena diselingi tawa dan cekikikan geli...

menurut gw, yang paling menarik adalah saat mereka ngobrol sambil diam-diam menilai karakter lawan bicara...

hmm... udah pasti, binan kerjaannya menganalisa cong dari ujung rambut, gaya ngomong, table manner, sampe ujung sepatu...

kayak di mobil sekarang ini..., tiga manusia yang pas berangkat tadi sok enggan..., eh pas pulang sekarang malah ribut...

"eh, liat ga tadi si Haryo? duh.. cakep banget ya idungnya... bikin gemes..." Chris memulai evaluasi...

"Haryo yang tadi pake baju ijo? hahaha.. ternyata lo peratiin juga..." Reza ikutan setuju...

"tapi kok si Iwan tadi ngondek banget ya ngomongnya...? kelingking ama mulut ampe balapan..." hahaha... Yo mulai ikutan ketawa...

"eh, lo ga nyadar temen lo juga ngondek..?" ujar gw nyindir...

hehehe


"Lil... mereka itu darimana aja sih...? kok selama ini ga pernah ketemu ya, binan kantoran lucu-lucu kayak mereka..?" Reza iseng nanya...

"itulah guys... ternyata binan itu ga selamanya hang out di gym, di pool, di cafe, atau di mall... banyak juga cong kayak mereka yang ga mau gaul dan ga tau harus gaul sama siapa...
mungkin karena mereka discreet semua...
dan gw berharap itu juga membuka mata kita... untuk ngga selalu memandang stereotype dengan cong-cong beredar selama ini..."
hihihi... kok alil berasa ngasih kuliah...

dan tiba-tiba Chris ikutan berpetuah...
"dan gw seneng ada yang ngondek juga, dalam artian dia ga malu dan ga parno sama kita-kita..
soalnya kadang gw sebel sama binan baru meletek yang parno gaul sama cong yang rada ngondek...
biasa aja lah...
semua cong juga punya kehidupan pribadi, yang kalo kita sama-sama ngerti, ga bakal kita lalui garis itu... jadi ga usahlah terlalu parno kalo ada yang ngondek diantara mereka...."

"ehm... hmmmm... ada yang pembelaan diri nih..." Yo ngeledek...

hahahhaha...